Jumat, 25 Mei 2012

THE POWER OF LOVE


Naskah Drama :


Evi seorang wanita muda , yang baru melahirkan seorang bayi mungil berjenis kelamin  laki – laki. Ia tinggal bersama mertuanya di perumahan elit Dalung Permai, karena di tinggal suami kerja keluar negeri.
Kehidupan yang mewah dan serba berkelimpahan tidak menjamin kebahagian seseorang. Demikian pula kehidupan ibu Evi . Walaupun hidup dalam kehidupan yang serba mewah dan berlimpahan, masih ada ruang kosong dalam hatinya yang belum terisi yaitu cinta,  karena di tinggal oleh sang suami kerja ke luar negeri.
Mertua          : Evi...
Evi                : ya bu...
Mertua          : kamu gimana sichh? Kok ruang tamunya belum diberesihin?? Entar lagi kan, teman – teman saya mau ke sini, mau ada arisan..
Evi                :  maaf bu , tadi si baby nangis, jadi saya langsung ke kamar ngurusin dia dulu..
Mertua          : alahhhhhh.... alasan aja kamu.. ! cepet di beresin...
Evi                : ia bu...
            Ruang kosong dalam hatinya bertambah pedih,  karena mendapat tekanan dari sang mertua. Perlakuan yang tak semestinya ia dapat, harus ia dapat. Ia harus membagi waktunya untuk mengurus sang baby sendirian dan mengurus rumah layaknya seorang pembantu. Tetapi karena kekuatan cinta membuatnya mampu bertahan.

Saudara        : lohh mbok evi,, ngapain bersih2 ? di suruh ma ibu ya?
Evi                : ia, tp ga apa-apa kok Lin, entar teman2 ibu mau ke sini, soalnya ada arisan jd mbok  bantuin bersih – bersih rumah
Saudara        : udah gg usah, kan ada pembantu. Mending mbok ngurusin si baby aja, entar  mbok sakit lagi karena kecapean, kalau udah kyk gitu  gg bisa ngurus baby.  Entar Mas Ari nya juga bisa kepikiran dan ga bisa fokus kerjanya.
Evi                : Tapi gimana ma Ibu, kan mbok gg enak ma ibu...
Saudara        :  Kalau masalah ibu, biar aku yang ngurus. Tenang aja mbok.  loh mbok, bukannya sekarang waktunya mbok konsultasi di bidan yaa
Evi                : ia, tapi mbok bingung mau ke bidan siapa..

Linda            :  Mending mbok konsultasi aja ma Bidan Leny, bagus loh bidannya, enak di ajak ngobrol, pokoknya mantap dah kalau ma bidan leny. Ini alamatnya,  
Evi                :  iaa.. makasih ya Lin...
Linda            : ia, sama2 mbok.. aku ke dalam dulu ya mbokk
Evi                : ( mengangguk perlahan sambil tersenyum )
Seperti mendapat secercah harapan untuk mengisi ruang kosong dalam hatinya.  Ibu Evi berangkat menuju tempat praktek Bidan Leny  seperti yang di sarankan oleh Linda ...
Evi                : ( mengetok pintu ) selamat siang bu
Bidan            :  siang juga bu..!!! silakan duduk bu ..?
Evi                :  ia bu, terimakasih
Bidan            : dengan bu siapa ini ? saya bidan Leny
Evi                : saya Evi bu,
Bidan            : ohh ibu Evi, ada yang bisa saya bantu bu?
Evi                : gimana ya bu,,, L(dengan wajah yang sendu)
Bidan            : ibu tampak sedih,apa ada yang ingin ibu ceritakan???
Evi                : iya bu, saya ditinggal suami kerja ke luar negeri. Saat suami saya masih di rumah,ibu mertua saya sangat menyayangi saya tapi setelah suami saya pergi saya diperlakukan seperti pembantu di rumah.
Bidan            : loo,kok bisa seperti itu bu?
Evi                : sayapun tidak mengerti bu,karena itu saya sangat tertekan. Saya sangat stress. Apalagi baru 2 bulan yang lalu saya habis melahirkan,saya sangat sedih bu (murung).
Bidan            : ibu sebaiknya ibu jangan stress !! karena jika ibu stress itu akan sangat berpengaruh pada pengeluaran ASI ibu. Ibu menyusui secara exlusif,kan??
Evi                : iya bu, tapi akhir – akhir ini ASI saya jarang keluar bu
Bidan            : itu karena sters, maka dari itu ibu tidak boleh stress karena sangat berpengaruh pada kesehatan ibu dan dapat juga berpengaruh pada bayi ibu.
Evi                : oooh begitu ya bu,!tapi bagaimana tidak stress jika saya terus menerus diperlakukan seperti itu oleh mertua saya,saya tidak tahan bu!! Tapi disisi lain saya sangat mencintai suami saya,saya tidak ingin meninggalkannya hanya karena masalah ini.
Bidan            : itu pemikiran yang sangat bagus. Jika ibu mencintai suami ibu, ibu harus tetap berada di rumah itu. Usahakan perlakuan dan perkataan dari mertua ibu tidak ibu pikirkan terus menerus dan dimasukan ke dalam hati.
Evi                : tapi gimana bu, tiap hari saya di cerca sama mertua , gimana gak sakit hati..
Bidan            :  gimana kalau ibu ajak bicara saja, siapa tau mertua ibu mempunyai masalah sendiri yang tidak bisa diatasi olehnya sehingga ia melampiaskan kemarahan nya kepada ibu,
Evi                  : ia bu..  saya akan coba saran ibu,
Bidan              : ibu harus ingat dengan kekyakinan akan kekuatan cinta itu dapat merubah segalanya lohh, dengan cinta bu yang besar kepada suami atau pun sebaliknya saya yakin ibu dapat mengatasi masalah ini.
Evi                  : ia, bu. Saya juga berharap demikian. Semoga saja permasalahan ini dapat terselesaikan.  Ohh yaa bu, apa yang harus lakukan bu biar ASI saya keluar
Bidan              : ohh , ibu bisa mengkonsumsi sayur – sayuran seperti bayam, dan juga mengkonsumsi daun katuk karena itu dapat memperlancar air susu dan paling penting hindari stess ya bu..
Evi                  : baik ibu terimakasi atas sarannya!
Bidan              : nah,bagaimana perasaan ibu sekarang? Apa ibu sudah mengerti tentang kebutuhan  nutrisi untuk memperlancar ASI ibu?
Evi                  : perasaan saya sudah lebih baik ibu,iya saya mengerti saya harus menjaga agar tidak stress dan memakan sayur-sayuran untuk memperlancar ASI saya.
Bidan              : baik,berarti ibu sudah mengerti dengan penjelasan saya tadi. J
Evi                  : iya bu,terima kasih banyak  ya bu!! Saya permisi pulang.
Bidan              : sama-sama ibu,iya hati-hati di jalan bu. Semoga semua bisa teratasi dan tetap semangat.
Dengan sejuta cinta dan senyuman yang menawan  Evi  melangkah  keluar  dari tempak praktik Bidan Leny. Segenggam harapan  yang  ia dapat di bawa pulang dan  dibagikan kepada setiap orang, tak terkecuali sang mertua.
Akhirnya, kekuatan cinta bu Evi mengalahkan segala kebencian dan menghapus segala masalah. Mertuanya sadar akan kesalahan, dan keluarga ibu Evi hidup bahagia dengan sejuta cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar